Searching. Please wait...
Kecelakaan Dul - Tabrak Maut Salah Siapa ? Ungkapan Hati Seorang Ibu
Jum'at, 04 Juli 2014. Pada pukul 15:40:14 - Kategori Pendidikan Anak

.


Indonesia Lawyers Club 10 Sept 2013 : Kecelakaan Dul – Tabrak Maut Salah Siapa ?   Itulah judul dari acara Indonesia Lawyers Club di TV One pada 10 September 2013.

Perdebatan dan silang pendapat mewarnai acara tersebut. Ada kejadian miris dari perdebatan tersebut saat salah seorang Bapak dengan gelar Ahli Hukum mengatakan beliaupun selama ini mengizinkan anaknya yang dibawah umur menggunakan kendaraan sendiri sambil tersenyum pula.

Fenomena ini tidak aneh di negeri kita tercinta ini. Lihatlah dijalan raya menjelang anak-anak berangkat sekolah dipagi hari banyak kendaraan bermotor dikendarai oleh anak-anak yang belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan bermotor sendiri.  

Jakarta. Pada Minggu (8/9), enam nyawa melayang seketika pada peristiwa tabrakan di KM 8 tol Jagorawi. Tiga mobil terlibat dalam kecelakaan, satu di antaranya dikendarai AQJ (Dul), yang berusia 13 tahun. Para korban yang tewas adalah penumpang mobil yang melintas di jalur yang benar (http://www.beritasatu.com)

Pangkalpinang - Polisi masih memproses kasus kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur sebagai pengemudi mobil di Belitung, Bangka Belitung. Untuk sementara, anak yang mengemudikan mobil, RBP (15), tak ditahan. (Detik.com Jumat, 13/09/2013 13:33 WIB)  

Mengutip dari tulisan dari seorang Ibu Anne Avantie  yang terkenal sebagai perancang busana Indonesia. Kebaya hasil karyanya telah dikenal di skala internasional dan sering dipakai oleh para selebriti Indonesia hingga sejumlah raju sejagat (Miss Universe) yang pernah datang ke Indonesia.   “Banyak anak-anak orang sukses dan kaya (sukses belum tentu kaya) saat ini yg memfasilitasi anak dengan berlebihan sehingga anak tidak mengalami "proses" pendewasaan yg alami. Orang tua seakan tidak dapat "menolak" keinginan anak dan tidak mampu "mengendalikan" pola hidup anak yg berdiri diatas "'kelimpahan " orang tua.

Tumbuh kembang anak sebenarnya secara alami tidak dapat mendahului satu dan lainnya, sepandai-pandai dan sehebat anak yg kita lahirkan, tidak mungkin bayi lahir langsung berjalan lalu merangkak dan lalu tengkurap .  Walaupun bayi itu anak orang terkaya didunia sekalipun.

 Saya tak hentinya mengolah "rasa" anak-anak saya betapa sulitnya saya melakukan upaya dan usaha untuk membuat mereka bisa sampai pada hari ini. Air mata saya sering tumpah ketika saya minta mereka menghargai bagaimana saya berjuang sebagai IBU yg “public figure”...! Saya minta mereka "minggir"dari dunia saya, saya tidak mau "mengarbit" mereka. Ini "dunia" saya, bukan "dunia" mu, kamu kalau tidak "mencari" jangan "memiliki" !! .ada harga yg harus dibayar oleh mereka kelak pada kami orang tua atas apa yg kami berikan saat ini... B

etapa pun memfasilitasi anak jangan sampai seperti anak "didorong" masuk jurang secara tidak sadar,  tapi.. Ajar kan anak bagaimana "mendaki" tebing dengan "pengaman" yang akan menyelamatkannya jika tergelincir atau jatuh. Mereka harus juga mengalami proses alami dengan melewati rintangan-rintangan sampai akhirnya sampai ketujuan.  Saya bukan ibu yang sempurna dan mengagumkan, tapi saya harus mampu membuat mereka "berproses dalam kewajaran yg seimbang".  

Tugas utama kita diciptakan sebagai "wanita" adalah sebagai IBU - bukan sebagai "wanita karier. Maka sebab itulah Tuhan menitipkan SURGA di telapak kaki Ibu.   Jadi mari saling belajar dari kejadian ini untuk menjadikan kita sebagai orang tua  yang lebih baik dan menghasilkan anak yang berkwalitas dan berakhlak mulia tanpa harus berkata “pendapat sayalah paling benar”  ...



Hal 1 dari 2 | 1 2 Selanjutnya



Kategori Berita
Nilai Siswa Tertinggi
Deden Hendra Permana 670
stanislaus christbymel dian saputra 60
biru bestira 50
Point Guru Tertinggi
Guru SDO 343
Psikologi Dokter Jaga
Dimas adi andrea 1
Arya adi pramesta 2
Arif budiman 3